Ajakan Terorisme Marak di Medsos, Twitter Blokir 376 Ribu Akun

26 Maret 2017 8:00
Twitter.(Foto:Ist)

INIKATA.com– Twitter memblokir ribuan akun, hal itu dikarenakan, akun-akun tersebut dinilai menyerukan aksi terorisme. perusahaan yang berbasis di San Francisco, California, Amerika Serikat (AS), itu menjelaskan, sepanjang semester terakhir 2016, total 376.890 akun ditutup.

Dengan rincian setiap bulan ada 63 ribu akun, jumlah tersebut naik 60 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni, 24 ribu akun per bulan,

Seperti dilansir Reuters yang dikutip Minggu (26/3/2017), Sikap itu diambil setelah perusahaan teknologi yang berdiri sejak 21 Maret 2006 tersebut mendapatkan tekanan dari berbagai negara.

Twitter dituntut lebih agresif mencegah ekstremis dan pihak-pihak tertentu yang menggunakan jejaring sosial untuk merekrut atau mengajak yang lainnya bergabung dengan kelompok ekstremis.

Perusahaan yang didirikan Jack Dorsey, Noah Glass, Evan Williams, dan Biz Stone itu menghapus akun-akun berbau ekstremisme sejak Agustus 2015. Hingga akhir 2016, total ada 636.248 akun yang sudah diblokir.

Twitter tidak lagi menunggu laporan dari pengguna lain maupun pemerintah sebelum memblokir akun tersebut. Mereka punya software untuk mendeteksi adanya ajakan yang mengarah ke terorisme dan ekstremisme.

Sebanyak 74 persen akun yang diblokir sejak pertengahan tahun lalu tadi diidentifikasi software tersebut.’’Kurang dari 2 persen lainnya ditutup setelah pihak yang berwenang mengajukan komplain jika pengguna yang bersangkutan melanggar syarat dan ketentuan Twitter,’’ ujar pihak Twitter dalam sebuah rilis laporan transparansi.(**)

Comments